Keranjang Coding : product


?>

Mengenal Tentang Loading Skeleton





Tentang Skeleton Loading, Indikator pemuat data terbaik ?

Pengalaman pengguna atau User Experience (UX) pada Digital Product atau aplikasi menjadi sangat penting untuk kenyamanan User atau Penggunapada umumnya User sangat berharap mendapatkan pengalaman yang nyaman, menyenangkan dan informatif ketika menggunakan aplikasi, tak terkecuali pada saat memuat data (loading). sehingga diperlukan Indikator pemuat data (loading indicator) sebagai waktu tunggu bagi user.

Apa itu Skeleton Loading ?

Sebagai pengguna sosial media serta technology informasi seringkali kita melihat proses memuat konten pada sebuah tampilan Timeline media sosial, yang memuat layout konten berupa panel-panel yang berwarna grey, dan disertai animatsi bergerak, beberapa saat sebelum muncul data berupa gambar, video atau tulisan. Ya, inilah yang disebut Skeleton Loading.

Contoh penggunaan loading skeleton di beberapa sosial media yang sering kita gunakan

1. Facebook

Facebook sendiri telah menggunakan skeleton loading untuk menghias UI Design nya dalam memuat data.

2. Inlinked

Selanjutnya ada inlinked yang menggunakan model loading skeleton seperti ini, dan kita ketahui untuk inlinked perkembangan technology didalamnya bisa kita liat dan kita rasakan begitu cepat dan selalu up to date dengan technology terbaru masa kini.

3. Youtube

Youtube juga menggunakan loading skeleton untuk mempercantik UI Design nya.

Mengapa skeleton Loading ?

Menggunakan skeleton loading sebagai transisi atau waktu tunggu dalam memuat data, dapat menginformasikan kepada user progress dalam memuat konten, mempresentasikan tata letak komponen yang akan termuat dalam sebuah tampilan, sesaat setelah user melakukan akses ke dalam halaman atau mengklik button menuju halaman selanjutnya. Menggunakan Skeleton Loading ini lebih baik dari pada sekedar memuat layar putih sebagai loading indicator ketika memuat data.

Lebih baik ketimbang Spinner Loading !

Sebelumnya Spiner Loading sangat umum digunakan dalam User Interface, namun banyak yang tak menyadari, menggunakan spiner loading tidak ada indikator progres memuat data yang terlihat, berapa banyak yang akan termuat ? selain itu memuat spiner loading pada tampilan akan memberi kesan proses loading terlihat lebih lambat, belum lagi ditambah dengan efek kejut bagi user setelah semua konten termuat, karena tidak ada teasing dan proses loading bertahap kepada user seperti skeleton loading.


Sekian sharing saya pada tulisan kali ini, semoga bermanfaat.

Tags : technology

Sekilas Tentang Penulis


Kharisma Maulana Pasaribu,ST
Software Engineer | Fullstack Developer | Founder of Matadeveloper.com



Prev Post
Membuat Grafik Chart di Codeigniter v.3
Next Post
Cara Menghilangkan public/index.php dari